Fenomena Selfie, Narsis Sah-sah Saja, Tapi Jangan Abaikan Keselamatan

Teknologi telah menjadi bagian dari hidup manusia zaman sekarang. Gadget canggih merupakan pelengkap dari gaya hidup. Era sosial media dan tarif internet yang semakin murah menjadi faktor pendorong semakin maraknya penggunaan gadget dengan koneksi internet yang hampir 24 jam menyala.

Facebook, twitter, Path, Instagram, dan blog menjadi semacam buku harian dunia maya. Bagi mereka yang senang mencari teman di dunia maya update status dan posting foto demi menarik perhatian bisa dilakukan berulang-ulang dalam sehari.

Fenomena selfie dan wefie seolah menjadi hal lazim di kalangan anak-anak muda demi eksistensi di dunia maya. Selfie bisa diartikan sebagai memotret diri sendiri dengan tangan atau bantuan alat.

Pose yang dilakukan bisa dalam berbagai gaya tetapi tetap dilakukan dengan tangannya sendiri atau menggunakan piranti yang disebut tongsis. Tongsis yaitu tongkat untuk mengatur pemencetan tombol saat mengambil gambar.

Gambar diri yang diambil menggunakan timer kamera bisa dikategorikan selfie. Sedangkan wefie merupakan foto yang dilakukan secara beramai-ramai.

Fenomena selfie sempat menarik perhatian masyarakat luas ketika beberapa tragedy terjadi karena korban berniat selfie dengan latar belakang tak biasa. Siswa sekolah tertabrak kereta, terjatuh dalam danau hingga tewas mengenaskan. konon  erjadi karena mereka ingin mengabadikan diri dengan gambar kereta api yang sedang melaju atau hamparan danau luas membentang.

Artinya tetap hati-hati saat berselfie. Selfie boleh saja asal tidak membahayakan nyawa.

BANNER FREE MEMBER

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *